apa yang kalian suka untuk info yang akan sharing?

apa yang kalian suka untuk info yang akan sharing?

Selasa, 20 November 2012

Budaya Samurai Pengaruhi Rasa Malu Pria Jepang


Ini adalah fakta yang terkenal di seluruh dunia bahwa orang Jepang pemalu. Terutama berbicara tentang pria Jepang, mereka bisa sangat pemalu dan tidak terampil mengawal wanita dengan cara yang sopan seperti ‘ladies first‘. Tapi mengapa dan sejak kapan mereka menjadi begitu pemalu? Tampaknya ada petunjuk dalam sejarah di era Edo.
Menurut penulis sejarah Jepang, Hiroki Horie, rasa malu ini ditanamkan dalam budaya samurai di era Edo yang menekankan untuk selalu tenang, dapat menguasai diri dan tabah. Menampilkan emosi dan menyerah pada suasana hati adalah hal yang tidak disukai. Sebenarnya sampai era Heian, ekspresi emosional orang-orang Jepang cukup ekstrovert.
Bahkan ada sebuah episode yang menakjubkan dari Hikaru Genji (protagonis dari The Tale of Genji, karya Murasaki Shikibu) yang bercerita seperti ini, ketika ia (Genji) kehilangan kekasihnya, kesedihannya yang kuat menyebabkan ia pingsan dan jatuh dari kudanya. Sebaliknya, dalam usia lanjutnya, ia menunjukkan penampilan yang berani dan menjadi pendiam bahkan dalam kesulitan dan menjadi sosok orang yang keren.
Juga di era Edo, ada hirarki dari prajurit, petani, pengrajin dan pedagang. Orang-orang lahir di kelas tertentu dan saat itu sangat sulit bagi para pria untuk mengubah status mereka. (Perempuan punya kesempatan untuk mengubah hidup mereka dengan pernikahan mereka.) Mungkin terdengar menyedihkan, tapi dengan kata lain ada kesepakatan tak tertulis bahwa orang tidak bisa tidak bahagia selama mereka tahu tempat mereka. Jadi, biasanya tidak banyak orang yang mencoba untuk mengklaim hak-hak mereka dan menerobos sistem hirarki. Fakta ini juga dapat mengakibatkan gambaran pria Jepang yang pemalu dan konservatif.
Di samping itu, bagaimana perasaan para wanita pada masa itu tentang para pria yang enggan untuk menunjukkan emosi mereka? Sejujurnya, para pria itu sangat populer! Wanita tampaknya telah menganggap mereka misterius. Semakin malu mereka, semakin menarik dan membangkitkan minat bagi para wanita.
[Source: www.japanstyle.info]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar